Program PKM Kampung Emas: Mahasiswa Psikologi UNY Kenalkan Emosi pada Anak Usia Dini Melalui Kreasi Brokoli

Gunungkidul, 29 April 2026 – Mahasiswa Program Magister (S2) dan Program Sarjana (S1) Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk "Kreasi Brokoli sebagai Media Pengenalan Emosi Anak Usia Dini" sebagai bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Wilayah Kampung Emas Dukuh Kepuh dan Kenteng, Gunungkidul. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (29/4) di TK ABA Kenteng, Dusun Kenteng, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, dengan melibatkan 13 siswa.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi pengabdian Fakultas Psikologi UNY dalam mendukung perkembangan sosial dan emosional anak usia dini melalui pendekatan pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan. Melalui media kreasi brokoli, anak-anak diajak mengenali berbagai jenis emosi sekaligus belajar mengekspresikan perasaan mereka secara positif sejak usia dini.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sesi perkenalan antara fasilitator dan para siswa. Para fasilitator yang merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi UNY kemudian memperkenalkan berbagai macam emosi menggunakan gambar kartun brokoli dengan beragam ekspresi wajah, seperti senang, sedih, malu, jijik, terkejut, takut, dan marah. Penyampaian materi dilakukan melalui cerita interaktif dan tanya jawab sederhana sehingga anak-anak dapat memahami setiap emosi dengan cara yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Selain mengenalkan konsep emosi, fasilitator juga memperkenalkan brokoli sebagai salah satu sayuran bergizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya mengembangkan aspek sosial-emosional anak, tetapi juga memberikan edukasi sederhana mengenai pentingnya mengonsumsi sayuran sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi Kreasi Brokoli Emosi. Anak-anak dibagi menjadi empat kelompok dan masing-masing memperoleh tiga lembar kertas berbentuk batang brokoli beserta manik-manik sebagai bahan utama prakarya. Mereka menempel batang brokoli, memasang mata dari manik-manik, mewarnai bagian kepala brokoli menggunakan teknik cap dengan tutup botol, kemudian menggambar berbagai ekspresi wajah sesuai dengan emosi yang ingin mereka tampilkan.

Melalui kegiatan kreatif tersebut, anak-anak tidak hanya melatih kemampuan motorik halus dan koordinasi tangan-mata, tetapi juga mengembangkan kemampuan mengenali, mengingat, serta membedakan berbagai jenis emosi yang telah dipelajari sebelumnya. Pendekatan berbasis bermain (play-based learning) menjadikan proses belajar lebih menyenangkan sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih alami.

Pada akhir kegiatan, setiap anak diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil karyanya di depan teman-teman dan fasilitator. Mereka menjelaskan ekspresi emosi yang dibuat serta menceritakan situasi ketika emosi tersebut dirasakan. Sesi ini bertujuan melatih keberanian berbicara di depan umum, meningkatkan kemampuan komunikasi, sekaligus memperkuat keterampilan mengenali dan mengungkapkan emosi secara sehat.

Kegiatan Kreasi Brokoli sebagai Media Pengenalan Emosi Anak Usia Dini berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari siswa maupun pihak sekolah. Melalui pendekatan edukatif yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan, anak-anak mampu mengenali berbagai macam emosi serta lebih percaya diri dalam mengekspresikan perasaan mereka. Diharapkan kegiatan ini menjadi bekal awal bagi anak-anak untuk mengembangkan kecerdasan emosional yang akan mendukung proses belajar, hubungan sosial, serta kesehatan mental mereka pada masa mendatang.

Program ini juga menjadi wujud komitmen Fakultas Psikologi UNY dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan anak usia dini. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran langsung dalam mengaplikasikan ilmu psikologi di tengah masyarakat.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan kesehatan mental dan perkembangan sosial-emosional anak sejak usia dini, SDG 4 (Quality Education) melalui penyelenggaraan pembelajaran yang kreatif, inklusif, dan berkualitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan anak usia dini dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan anak.