Fakultas PsikologiUniversitas Negeri Yogyakarta
Jalan Colombo No. 1
Karangmalang Sleman, Yogyakarta 55281
Indonesia
Alamat surel: humas_fp@uny.ac.id, sekretaris.dekanfp@uny.ac.id
Instagram: @psikologiuny

YOGYAKARTA — Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sukses menyelenggarakan Kuliah Umum Magister Psikologi bertajuk “Isu Penelitian dalam Psikologi Positif 2026” pada Selasa, 8 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 7 Gedung Baru Fakultas Psikologi UNY ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa dan civitas akademika untuk memperluas perspektif mengenai perkembangan penelitian psikologi positif serta berbagai isu yang berpotensi menjadi arah riset di masa mendatang.
Kuliah umum menghadirkan Dr. Nurlaila Effendy, M.Si., Ketua Asosiasi Psikologi Positif Indonesia, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Dr. Nurlaila membahas lanskap perkembangan psikologi positif sekaligus mengajak peserta melihat bagaimana bidang tersebut terus berkembang mengikuti perubahan teknologi, kebutuhan individu, serta dinamika kehidupan sosial dan dunia kerja.
Psikologi positif tidak lagi hanya berfokus pada kajian mengenai kebahagiaan atau kondisi psikologis yang menyenangkan. Perkembangannya semakin mengarah pada pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana individu dapat mengembangkan kekuatan, makna, kesejahteraan, serta kapasitas untuk berfungsi secara optimal dalam berbagai konteks kehidupan.
Menyoroti Perkembangan Teknologi dan Artificial Intelligence
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan potensinya dalam bidang psikologi, khususnya dalam praktik coaching. Kehadiran teknologi memberikan peluang baru untuk mendukung proses pengembangan individu, mulai dari penyediaan umpan balik hingga pemanfaatan data untuk memahami kebutuhan dan pengalaman individu.
Namun, pemanfaatan AI dalam konteks psikologi juga membuka ruang diskusi mengenai bagaimana teknologi dapat digunakan secara bertanggung jawab dengan tetap mempertimbangkan aspek manusiawi dalam proses pendampingan. Perspektif tersebut menjadi penting bagi mahasiswa Magister Psikologi agar mampu melihat perkembangan teknologi tidak hanya dari sisi inovasi, tetapi juga dari sisi etika, konteks penggunaan, dan kebutuhan psikologis manusia.
Selain AI, pembahasan juga menyoroti pendekatan personal narratives sebagai salah satu perspektif untuk memahami pengalaman dan pemaknaan individu. Narasi personal memungkinkan peneliti menggali bagaimana seseorang memahami pengalaman hidupnya, membangun makna, serta membentuk perspektif mengenai dirinya dan lingkungan di sekitarnya.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa penelitian psikologi positif dapat dikembangkan tidak hanya melalui pengukuran kuantitatif, tetapi juga melalui eksplorasi mendalam terhadap pengalaman subjektif manusia.
Psikologi Positif dalam Dunia Industri dan Organisasi
Isu psikologi positif kemudian diperluas ke dalam konteks industri dan organisasi. Dalam lingkungan kerja yang terus mengalami perubahan, kesejahteraan pekerja menjadi salah satu aspek penting yang berkaitan dengan kualitas kehidupan kerja maupun keberlangsungan organisasi.
Kajian psikologi positif dalam setting industri dapat diarahkan pada berbagai isu, seperti kesejahteraan di tempat kerja, kekuatan individu, keterlibatan kerja, makna dalam pekerjaan, serta kondisi yang memungkinkan individu dan organisasi berkembang secara berkelanjutan.
Perspektif tersebut memberikan peluang bagi mahasiswa Magister Psikologi untuk mengembangkan penelitian yang tidak berhenti pada pemahaman kondisi psikologis individu, tetapi juga mengkaji bagaimana temuan psikologi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di lingkungan kerja.
Pembahasan menjadi semakin luas ketika psikologi positif dipertemukan dengan perspektif neuropsikologi. Pendekatan ini membuka peluang untuk memahami pengalaman psikologis positif tidak hanya pada tingkat perilaku dan pengalaman subjektif, tetapi juga melalui landasan biologis dan mekanisme saraf yang mendasarinya.
Pertemuan antara psikologi positif, neuropsikologi, teknologi, dan kajian industri menunjukkan semakin terbukanya ruang penelitian lintas disiplin dalam psikologi. Hal tersebut sekaligus mendorong peneliti untuk melihat fenomena psikologis dari berbagai tingkatan, mulai dari pengalaman personal hingga mekanisme biologis dan konteks organisasi.
Memperkuat Arah Penelitian Magister Psikologi
Penyelenggaraan kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Psikologi UNY dalam memperkaya pengalaman akademik mahasiswa Magister Psikologi. Paparan mengenai isu-isu penelitian kontemporer memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenali perkembangan terbaru sekaligus mengidentifikasi berbagai kemungkinan topik penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi mahasiswa pada jenjang magister, kemampuan untuk mengembangkan penelitian yang kontekstual, berbasis bukti, dan memiliki kontribusi praktis menjadi bagian penting dalam proses pendidikan akademik. Karena itu, diskusi mengenai isu penelitian psikologi positif diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk mengembangkan perspektif kritis serta menghubungkan teori dengan berbagai persoalan nyata.
Lebih jauh, integrasi antara ilmu psikologi dengan teknologi, neuropsikologi, dan dunia industri menunjukkan pentingnya pendekatan interdisipliner dalam menghadapi kompleksitas persoalan manusia. Penelitian psikologi positif dapat menjadi salah satu ruang untuk menghasilkan pengetahuan yang tidak hanya memperkaya keilmuan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup individu dan komunitas.
Mendukung Sustainable Development Goals
Kuliah umum ini juga memiliki keterkaitan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Dari sisi pengembangan kapasitas akademik dan penelitian, kegiatan ini mendukung SDG 4: Quality Education, khususnya melalui penguatan pembelajaran sepanjang hayat, pengembangan kompetensi akademik, serta perluasan wawasan mahasiswa terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pembahasan mengenai kesejahteraan psikologis dan pengalaman positif individu juga sejalan dengan SDG 3: Good Health and Well-being. Kajian psikologi positif memiliki relevansi dalam memahami berbagai faktor yang dapat mendukung kesejahteraan psikologis dan kualitas kehidupan manusia, baik pada tingkat individu maupun kelompok.
Sementara itu, pembahasan psikologi positif dalam konteks industri dan organisasi berkaitan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth, terutama melalui perhatian terhadap kesejahteraan pekerja, kualitas kehidupan kerja, serta kondisi psikologis yang dapat mendukung lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Keterkaitan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan ilmu psikologi pada jenjang magister tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep dan metodologi penelitian, tetapi juga pada kemampuan menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan.
Melalui Kuliah Umum “Isu Penelitian dalam Psikologi Positif 2026”, Fakultas Psikologi UNY terus mendorong terciptanya ruang akademik yang mempertemukan perkembangan keilmuan dengan kebutuhan masyarakat. Integrasi antara psikologi positif, artificial intelligence, personal narratives, neuropsikologi, serta dinamika industri dan organisasi menjadi gambaran bahwa penelitian psikologi masa depan membutuhkan perspektif yang semakin terbuka, kontekstual, dan interdisipliner.
Fakultas Psikologi UNY menyampaikan apresiasi kepada Dr. Nurlaila Effendy, M.Si. atas wawasan dan kontribusinya dalam kegiatan tersebut, serta kepada seluruh mahasiswa dan civitas akademika yang telah berpartisipasi aktif dalam menciptakan ruang diskusi akademik yang inspiratif dan berbobot.

Fakultas PsikologiCopyright © 2026,