Fakultas Psikologi UNY Hadir di KONASPI XII, Perkuat Jejaring Akademik dan Pengembangan Keilmuan Psikologi

BALI, 2โ€“4 Oktober 2026 โ€” Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII yang diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, pada 2โ€“4 Oktober 2026. Kehadiran Fakultas Psikologi UNY dalam forum nasional tersebut diwakili oleh unsur pimpinan fakultas, Senat Fakultas, serta perwakilan program studi di lingkungan Fakultas Psikologi UNY. Perwakilan tersebut turut mencakup Koordinator Program Studi S2 Psikologi UNY, yang hadir sebagai bagian dari delegasi Fakultas untuk mengikuti pembahasan strategis mengenai arah transformasi pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan jejaring antarlembaga pendidikan tinggi.

KONASPI XII menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi dalam ekosistem Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) untuk mempertemukan berbagai pemikiran dan pengalaman mengenai masa depan pendidikan Indonesia. Perubahan teknologi digital, perkembangan Artificial Intelligence (AI), tuntutan terhadap kompetensi lulusan, serta kebutuhan untuk membangun sistem pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan menjadi bagian dari isu yang mendapat perhatian dalam rangkaian kegiatan tersebut. Bagi Fakultas Psikologi UNY, forum ini memiliki relevansi yang kuat karena transformasi pendidikan pada akhirnya merupakan bagian dari proses pengembangan manusia. Perubahan teknologi dan sistem pendidikan membawa konsekuensi terhadap cara manusia belajar, bekerja, berinteraksi, mengambil keputusan, serta mengembangkan kompetensi sepanjang hayat. Oleh karena itu, pemahaman psikologis terhadap perkembangan manusia menjadi salah satu fondasi penting dalam memastikan bahwa transformasi pendidikan tetap berorientasi pada kebutuhan dan kesejahteraan manusia.

Keikutsertaan perwakilan Fakultas Psikologi UNY, termasuk Koordinator Program Studi S2 Psikologi, memberikan ruang untuk memperluas perspektif mengenai pengembangan pendidikan psikologi pada jenjang sarjana maupun pascasarjana. Kehadiran unsur program studi dalam forum tersebut juga memperkuat hubungan antara agenda strategis pendidikan tinggi dengan pengembangan kurikulum, pembelajaran, penelitian, pengembangan kompetensi akademik, serta kontribusi lulusan terhadap masyarakat.

Pada jenjang magister, pendidikan psikologi tidak hanya diarahkan pada penguatan kompetensi profesional, tetapi juga pada kemampuan akademik untuk memahami persoalan secara kritis, mengevaluasi bukti ilmiah, mengembangkan penelitian, dan menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks tersebut, keterlibatan Koordinator Program Studi S2 Psikologi dalam forum nasional menjadi bagian dari upaya untuk mengikuti perkembangan arah pendidikan tinggi sekaligus melihat peluang penguatan jejaring akademik dan pengembangan keilmuan psikologi.

Perkembangan teknologi digital dan AI juga membuka bidang kajian sekaligus tantangan baru bagi pendidikan psikologi. Penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran, asesmen, intervensi, penelitian, maupun layanan psikologis membutuhkan pemahaman yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mempertimbangkan aspek etika, perilaku manusia, privasi, validitas, bias, serta dampaknya terhadap kesejahteraan individu dan kelompok. Isu tersebut menjadi semakin penting karena transformasi digital telah mengubah lingkungan tempat manusia belajar dan bekerja. Individu dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, sementara institusi pendidikan perlu memastikan bahwa pengembangan kompetensi tetap memperhatikan aspek psikologis. Kemampuan berpikir kritis, regulasi diri, kreativitas, ketahanan psikologis, kemampuan berkolaborasi, serta literasi digital menjadi bagian dari kompetensi yang semakin dibutuhkan dalam menghadapi perubahan tersebut.

Salah satu hasil strategis dari KONASPI XII adalah lahirnya Rekomendasi Bali, yang dirumuskan melalui rangkaian pembahasan dan forum diskusi selama penyelenggaraan konvensi. Rumusan tersebut menekankan pentingnya pembangunan manusia secara utuh sebagai arah transformasi pendidikan, dengan perhatian terhadap penguatan karakter, fondasi belajar, peningkatan kualitas pendidik, revitalisasi peran LPTK, serta pemanfaatan teknologi dan AI secara etis, inklusif, dan adaptif. Penguatan karakter dan filosofi pendidikan menjadi salah satu aspek penting dalam arah tersebut. Pendidikan tidak hanya diharapkan menghasilkan individu yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga manusia yang memiliki integritas, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Nilai-nilai Pancasila serta pemikiran Ki Hadjar Dewantara menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa modernisasi pendidikan tidak kehilangan orientasi pada pembentukan manusia yang utuh.

Pada saat yang sama, penguatan fondasi belajar melalui literasi, numerasi, sains, dan kemampuan berpikir kritis menunjukkan pentingnya pendidikan yang mampu membangun kapasitas individu untuk terus belajar sepanjang hayat. Bagi pendidikan psikologi pada jenjang magister, prinsip tersebut memiliki relevansi khusus karena mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai pengetahuan yang telah tersedia, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membaca persoalan secara kritis, mengevaluasi bukti ilmiah, dan mengembangkan pengetahuan melalui penelitian.

Program Studi S2 Psikologi UNY memiliki ruang penting dalam konteks tersebut melalui pengembangan kapasitas akademik dan riset. Pendidikan pada jenjang magister dapat menjadi wadah untuk mempertemukan perkembangan teori psikologi dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, organisasi, pendidikan, maupun berbagai lingkungan profesional. Penelitian yang dilakukan pada jenjang pascasarjana diharapkan tidak berhenti pada pengembangan pengetahuan, tetapi juga dapat memberikan dasar bagi penyusunan intervensi, kebijakan, maupun praktik yang lebih efektif dan berbasis bukti.

Kehadiran Koordinator Program Studi S2 Psikologi bersama unsur pimpinan dan Senat Fakultas juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring akademik dengan perguruan tinggi lain yang hadir dalam KONASPI XII. Pertemuan tersebut membuka peluang untuk mengembangkan kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas akademik, serta kerja sama pengabdian kepada masyarakat. Jejaring tersebut menjadi semakin penting dalam menghadapi persoalan psikologis dan pendidikan yang semakin kompleks dan membutuhkan pendekatan lintas disiplin.

Selain memperluas jejaring, forum nasional seperti KONASPI juga memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk melihat perkembangan pendidikan dalam perspektif yang lebih luas. Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai tempat pembelajaran, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemecahan masalah masyarakat. Dalam konteks psikologi, peran tersebut dapat diwujudkan melalui penelitian yang relevan, pengembangan intervensi berbasis bukti, penguatan kapasitas profesional, serta kontribusi terhadap kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan manusia.

Kehadiran perwakilan Program Studi S2 Psikologi dalam delegasi Fakultas Psikologi UNY juga memperlihatkan keterhubungan antara pengembangan program studi dengan arah strategis Fakultas. Forum seperti KONASPI XII menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara pendidikan sarjana dan pascasarjana, pengembangan penelitian, serta penguatan kontribusi Fakultas dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Transformasi pendidikan yang dibahas dalam KONASPI XII juga memperkuat pentingnya pendekatan yang menempatkan manusia sebagai pusat inovasi. Perkembangan teknologi seharusnya tidak hanya diukur dari seberapa cepat teknologi dapat diterapkan, tetapi juga dari seberapa jauh teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses, mendukung perkembangan individu, dan memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat. Dalam hal ini, psikologi memiliki kontribusi penting dalam memahami bagaimana manusia beradaptasi dengan perubahan dan bagaimana teknologi dapat dirancang serta digunakan secara lebih humanis.

Melalui keterlibatan dalam KONASPI XII, Fakultas Psikologi UNY bersama program-program studinya turut memperkuat komitmen terhadap pengembangan pendidikan tinggi yang berbasis keilmuan, penelitian, inovasi, dan nilai-nilai kemanusiaan. Keikutsertaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya untuk terus membangun jejaring akademik yang dapat mendukung pengembangan psikologi sebagai ilmu yang relevan dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat. Partisipasi ini sejalan dengan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui penguatan kualitas pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat, SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure melalui pengembangan penelitian dan inovasi berbasis teknologi, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan kerja sama dan jejaring antarlembaga pendidikan tinggi. Perspektif tersebut juga mendukung upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Bagi Fakultas Psikologi UNY dan Program Studi S2 Psikologi UNY, KONASPI XII menjadi momentum untuk terus memperkuat peran pendidikan pascasarjana dalam menghasilkan pengetahuan dan sumber daya manusia yang mampu merespons tantangan masa depan. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat, pendidikan psikologi perlu terus berkembang tanpa kehilangan orientasi pada manusia. Melalui pendidikan berbasis riset, penguatan jejaring akademik, dan kontribusi keilmuan psikologi, Fakultas Psikologi UNY berkomitmen untuk berkontribusi pada terwujudnya pendidikan Indonesia yang berkualitas, adaptif, inovatif, humanis, dan berkelanjutan.